Pragmatik dalam Komunikasi Sehari-hari
November 6, 2025Pengertian Pragmatik dan Peranannya dalam Komunikasi
Pragmatik adalah cabang linguistik yang mempelajari bagaimana konteks mempengaruhi makna dalam komunikasi. Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan pragmatik sangat penting karena menambah kedalaman komunikasi yang dilakukan. Misalnya, ketika seseorang berkata “Bisa tolong tutup jendela?” ada makna yang lebih dalam daripada sekadar permintaan fisik untuk menutup jendela. Ungkapan tersebut juga dapat mencerminkan rasa tidak nyaman terhadap suhu ruangan, atau mungkin juga keinginan untuk menjaga privasi. Di sini, konteks situasi dan hubungan antara pembicara dan pendengar sangat menentukan bagaimana pesan tersebut dipahami.
Pragmatik dalam Interaksi Sosial
Dalam interaksi sosial sehari-hari, pragmatik berperan dalam membantu individu memahami dan menafsirkan komunikasi secara tepat. Misalnya, dalam situasi formal seperti rapat, ungkapan “Saya rasa ide ini harus dipertimbangkan” mungkin diartikan sebagai kritik terhadap ide sebelumnya, sementara dalam konteks santai antara teman, pernyataan yang sama bisa jadi hanya saran yang bersifat ringan. Di sini, intonasi dan ekspresi wajah juga mempengaruhi bagaimana pesan diterima. Jika kita kurang peka terhadap unsur-unsur pragmatik ini, dapat terjadi miskomunikasi yang mungkin merugikan hubungan sosial.
Implikatur dan Makna Tersirat
Salah satu aspek penting dalam pragmatik adalah implikatur, yaitu pesan yang tersirat dari percakapan. Misalnya, jika seseorang mengatakan “Sore ini hujan deras,” dalam konteks percakapan tentang rencana bermain di luar, orang yang mendengar mungkin memahami bahwa ini adalah tanda untuk membatalkan rencana tersebut. Implikasi tidak hanya bergantung pada kata-kata yang diucapkan, tetapi juga pada pengetahuan bersama antara pembicara dan pendengar. Dalam situasi sosial, pemahaman implikatur dapat menurunkan kemungkinan kesalahpahaman dan meningkatkan komunikasi yang efektif.
Retorika dan Strategi Komunikasi
Pragmatik juga berkaitan erat dengan retorika atau seni berkomunikasi dengan cara yang persuasif. Misalnya, seorang pemimpin yang ingin membangkitkan semangat para anggotanya biasanya akan menggunakan gaya bahasa yang penuh motivasi. Dengan memilih kata-kata yang tepat dan gaya bicara yang menarik, mereka dapat mempengaruhi emosi pendengarnya. Dalam konteks ini, strategi komunikasi yang baik tidak hanya mempertimbangkan makna bahasa secara literal, tetapi juga bagaimana cara menyampaikannya agar pesan menjadi lebih memikat dan mudah diingat.
Perbedaan Budaya dalam Pragmatik
Perlu dicatat bahwa pragmatik juga sangat dipengaruhi oleh budaya. Dalam budaya tertentu, ada norma dan aturan yang mengatur bagaimana komunikasi dilakukan. Misalnya, dalam budaya Indonesia, penggunaan bahasa sopan dan ungkapan penghormatan sangat dijunjung tinggi. Seorang anak yang berbicara kepada orang tua atau orang yang lebih tua biasanya menggunakan bahasa yang lebih halus. Jika seorang anak berkata dengan nada keras kepada orang tua, ini bisa dianggap sangat tidak sopan. Di sisi lain, dalam budaya yang lebih langsung, seperti di beberapa negara Barat, berbicara dengan terus terang dianggap lebih jujur dan terbuka. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pragmatik tidak hanya berkaitan dengan bahasa, tetapi juga dengan nilai-nilai sosial dan budaya yang dianut oleh individu.
Pragmatik dalam Era Digital
Dengan berkembangnya teknologi, cara kita berkomunikasi juga mengalami perubahan. Di era digital, kita seringkali berkomunikasi melalui pesan teks, yang dapat mengurangi konteks suara dan ekspresi wajah. Penggunaan emotikon atau GIF sering menjadi alat untuk mengekspresikan perasaan yang sulit dituangkan dalam kata-kata. Namun, meskipun kita berkomunikasi tanpa tatap muka, pemahaman terhadap pragmatik tetap diperlukan untuk menghindari misinterpretasi. Misalnya, jika seseorang mengirimkan pesan “Saya tidak tahu,” nada yang tepat bisa sangat berbeda jika diungkapkan secara tertulis dibandingkan secara lisan. Dalam hal ini, konteks dan pemahaman simbolisme dalam komunikasi digital menjadi sangat penting untuk menjaga kejelasan dan efektivitas komunikasi.